Penginapan di Tepi
Hujan mengikuti Rania sejak dari sungai. Saat ia sampai di penginapan di Tepi, air sudah meresap ke mantelnya seperti beban kedua. Ia menghitung lampu di jendela. Tiga. Pak Darto selalu menyalakan tiga lampu kalau rakit penyeberangan terlambat.
Di sudut, seorang perempuan berpakaian kelabu Kaldera duduk membelakangi dinding, tehnya mendingin di depannya. “Kau datang tiga hari lebih cepat,” kata Pak Darto tanpa mengangkat wajah dari buku catatannya.
Rania meletakkan kompasnya di meja. Jarumnya masih menunjuk ke utara, seperti sejak di sungai.
























